Koleksi Buku Terbaik Koleksi Pribadi

Rahasia (Orang) Kulit Putih?

Waktu kecil saya sering miris hati karena puya kulit gelap dan sempet usaha keras pake krim pemutih biar disebut ‘putihan’. Karena makna kata putihan artinya cakepan, karena cakepan berarti bakal lebih sering diajak ngobrol sama orang-orang karena itu artinya kece kalau di Karawang teh. Putih, cakep, kece berakhir dengan popularitas, banyak temen dan banyak yang naksir.

Konflik dan perbudakan serta kesenjangan hak manusia akibat takdir penciptaan warna kulit yang dikisahin di : To Kill A Mockingbird, Oleh Harper Lee

Kisahnya sederhana dan terasa polos karena diceritakan dari sisi Scout yang galau karena sering mendapat masalah di sekolah, Scout yang kesal setengah mati melihat tingkah kakaknya yang berubah menjadi sok dewasa dan tidak mau lagi jalan berdampingan dengannya, Scout yang begitu bangga pada ayahnya yang rela mengorbankan karir dan reputasinya demi membela orang-orang kulit hitam yang terdzalimi, Scout yang pada akhirnya menjerit menangisi ketidakadilan.

Ada beberapa hal krusial yang saya pelajarin hasil dari baca buku oma Lee ini, salah satunya adalah ketika Scout maksa pamannya untuk ga cerita alasan dia berantem sama salah satu temen sekolahnya. Kenapa? Karena dia berkelahi demi ngebela nama ayahnya yang disebut sebagai Pembela Kaum Negro sedangkan Scout janji sama Atticus (Sang Ayah) kalau nggak akan ada lagi kata-kata ejekan diluar sana tentang ayahnya atau siapapun yang bakal bikin dia marah. Katanya, “biarkan Atticus tahu kalau aku nakal saja, jangan biarkan dia tau aku berkelahi karena demi membelanya, aku tidak mau membuatnya kecewa lagi, demi Tuhan paman, berjanjilah bahwa kau tidak akan menceritakan ini pada Atticus”.

Yang menarik dari apa yang saya baca dari buku ini juga tentang persepsi mengenai kesamaan derajat manusia dia bab 292. Harper Lee kira-kira menuliskan begini, “bahwa disekolah negeri baik bodoh maupun pintar semua anak harus disamakan derajatnya, sehingga tidak adil membiarkan siapapun tinggal kelas karena anak yang tinggal kelas akan menderita penyakit rendah diri yang parah. Padahal kita tau bahwa manusia tidak diciptakan sederajat dalam lingkup intelektual, talenta dll.” Harper Lee mengemukakan pendapatnya tentang pengertian kesamaan derajat yang dia rasa terbentuk dengan kesalahpahaman dalam masyarakat. “Namun ada satu hal di negara ini yang secara absolut membuat posisi manusia sederajat, yaitu lembaga pengadilan. Tidak perduli pengemis atau pemangku kekuasaan, di pengadilan semua manusia diciptakan sederajat.

Pernyataan itu teh ketika Atticus pidato penutup untuk klien nya Tom Robinson (seorang kulit hitam yang dituduh melakukan pemerkosaan terhadap seorang wanita kulit putih) di pengadilan di hadapan juri di pengadilan.

Selain itu, perbincangan Scout dan Atticus juga memperlihatkan betapa Atticus mencoba mendidik Scout dan Jem dengan pemahaman rasa menghargai privacy hidup manusia lain sekaligus menghormati mereka tanpa syarat, namun tetap selalu bersiap untuk menolong ketika dibutuhkan.

Buku ini bawa saya ke struktur pemahaman yang simpel tentang makna hidup sebuah keluarga kaum kulit putih yang mati-matian ingin menciptakan manusia yang disederajat di tengah komunitas kemasyarakatan. Ya mereka kaum putih, berkecukupan, terpelajar, cukup buat mereka tutup mata tutup telinga aja hidup mereka udah bahagia. Tapi bukan itu yang nyatanya jadi pencapaiain buat keluarga ini, tapi mereka mau disamakan derajatnya dengan kaum kulit hitam juga, mereka mau siapapun merasakaan hak hidup yang sama. Jleb pokonya. Ciamik lahhh kata neneng mah.

Dan kita di abad ke-21 masih sibuk mau putihin kulit? Atuhlah, pantesan menuju pemilihan presiden aja bikin kita berantem sama tetangga, musuhan sama sahabat, bahkan mungkin ada yang sampe adu mulut sama pasangan, atau unfollow yang pernah diidolain .. kita lupa kalau gak cuma muka yang harus di bedakin, beli anti aging paling mahal kalau bisa yang impor biar makin kece..

tapi teteh mamang sekalian otak juga kalau ga dipakein counselor atau dikasih pelembab bisa langsung jelas keliatan dekil di muka. Kenapa? Karena kita pas ngomong gagap, iya Ajis Gagap mah dibayar buat gagap, lah kita? Kalau kata jagoan sastra idola saya, Demokrasi Kita Semodel Dengan Kawin Siri.

Setiap baca buku-buku klasik, pasti suami saya bilang, “Oh itu saya baca jaman kelas 6 SD, jadi tugas bacaan sekolah dulu.” Saya sedih, naha jaman saya SD sampe SMA, sampe kuliahan malahan, buku-buku bacaan wajib dari guru teh gak pernah jauh dari buku cetak (masih dipake ga ya ini istilah di sekolah?) atau gak yaa LKS. Atuhlah 🙁

Balik lagi ke judul, Bener-bener pengen banget punya kulit putih? Kita sama-sama putihin dulu mental dan pikirannya aja dulu yuk, kita baca baca baca dan iqro..

1 thought on “Rahasia (Orang) Kulit Putih?”

Keki Atau Suka? Tinggalkan Kesan Disini