Gosip Perempuan Jalan Jalan

Mainnya Kurang Jauh

Apakah Main Yang Jauh ini istilah besar kepala versi para pelancong? Atau istilah anak gaul yang hobi kelayapan?

Sebut aja saya ini generasi milenial yang cukup olohok, gak selalu tau tentang apa yang lagi hits.

Sempat dua tahun vakum dari sosial media, pas balik lagi banyak ternyata bahasa-bahasa baru generasi milenial yang lagi booming.

Yah gapapa juga sebenernya, kalau roaming banget paling ya jujur aja gapaham, kalau gak peduli ya di-skip, gampil lah menurut saya mah.

Tapi sampe satu hari saya baca ungkapan ‘mainnya kurang jauh’.

Apa sih artinya mainnya kurang jauh ini teh? Saya ngeliat status ungkapan baru ini seolah mengintimidasi dan mengucilkan, masa sih traveller jaman sekarang jadi sombong bukan kepalang?

Sebelumnya saya sempet baca di tulisan di sebuah komunitas menulis. Seorang turis yang kesel bukan kepalang karena cara makannya dikritisi oleh warga lokal (atau mungkin turis lain),

lalu mengkritisi (balik) bahwa si mereka yang berani mendeklarasikan kritik tersebut ‘mainnya kurang jauh’.

Seorang turis yang memutuskan jauh melangkah, mengorbankan waktu dan biaya, hanya untuk memaksa diri bergelut argumentasi dengan manusia lain yang ditemuinya di tempat tujuan,

memaksa keanekaragaman untuk diterima (begitu saja) oleh mereka yang (mungkin) memang tidak memutuskan untuk main jauh-jauh.

Masa sih??

Referensi ungkapan main kurang jauh ini kemudian banyak mengarah pada sebuah tuntutan sakral yang terbilang instan.

Gak lain untuk secara asbolut diterima terkait segala elemen pada diri kita yang dianggap oleh satu atau sebagian orang ngga lazim.

Kalau ngga? Tidak lain tidak bukan kawan, ’mainnya dia kurang jauh’.

Ya traveller kok bukannya jadi teladan yang menginformasikan keanekaragaman, malah belagak jadi selebritis yang gede kepala.

Sekian lah kawan, jangan main jauh-jauh kalau ujungnya ilmu gak berkembang, sayang uangnya, mending dipakai aja buat bayar kredit kpr. Ya toh?

Mainnya kurang jauh atau bacanya kurang rajin?

Silahkan dibaca juga trik kuliah ke Eropa tanpa modal uang dan beasiswa, “nyali yang didayung akal sehat”. Atau bisa juga cek tampakrupa untuk ide-ide tinggal, kuliah dan bekerja di Perancis.

Keki Atau Suka? Tinggalkan Kesan Disini