Eropa Jalan Jalan Koleksi Buku Terbaik Koleksi Pribadi

Mengenal Keindahan Kota Florence di Italia

Jalan-jalan mengitari keindahan kota Florence yuk!

Florence, kota dimana filsuf dan penulis kelas dunia, Danté, melahirkan mahakaryanya; kota dimana sang maestro seni ternama dunia, Michelangelo, menghabiskan masa kecilnya; kota yang galeri-galerinya memikat jutaan wisatawan; kota yang bangga dengan patung Il Davide, maha karya setinggi lima meter yang memukau setiap mata yang memandang.

Apa aja atuh yang bisa dinikmati di kota Florence di Italia ini teh?

Porta Romana, gerbang batu kuno, berupa dinding setinggi 15 meter dari bata dan batu kuno. Sedangkan gerbang masuk utamanya masih mempertahankan pintu-pintu kayu tebal berkunci yang dibiarkan selalu terbuka untuk membebaskan lalu lintas kota.

Porta Romana di Florence ini dibangun pada abad ke 14 dan pernah menjadi lokasi Fiera dei Contratti – bazar kontrak – tempat dimana para ayah menjual anak perempuan mereka dalam perkawinan kontrak.

Bahkan ayah-ayah jaman dulu itu teh sering maksa anak perempuan mereka untuk dansa seindah dan sesensual mungkin biar bisa dapet mas kawin yang tinggi. Aduh serem yah.

Tapi itu dulu ko, Porta Romana saat ini berfungsi sebagai pintu masuk menuju kota tua Florence, salah satu persimpangan yang terpadat lalu lintasnya di Florence. Jadi siap-siap kejebak macet kalau berkendara melalui Porta Romana ya. Gak mau kejebak? Ya jalan kaki aja atuh yah.

Viale Niccolo Machiavelli, jalan raya yang paling elegan diantara semua jalan raya di Florence, tempat favorit dari para pengayuh sepeda sampai penggemar mobil Ferrari.

Jalan ini membentang sebagai lengkungan-lengkungan S lebar yang berkelok melintasi pagar tanaman juga pohon-pohonan yang lebat.

Instituto Statale d’Arte. Namanya juga kota seni, tentu Florence punya sekolah seni yang sayang buat dilewatin. Jalan masuk menuju kesini luar biasa indah dan megah. Pohon-pohon ek besar melengkung lembut dari kedua sisi jalan, menciptakan kanopi yang membingkai gedung di kejauhan.

Gedung sekolah seni ini teh dibangun pada zaman dinasti termasyur di florence. Dinasti Medici? Tau gak siapa?

Medici itu adalah penguasa/dinasti di Florence yang nyiptain metode akunting yang sampe sekarang masih banyak di contek dari ibu-ibu tukang warung sampai Bank Dunia, yaitu pembukuan berpasangan kredit dan debit.

Boboli Gardens, area berkuda paling indah di seluruh Florence, diatur oleh talenta kelas dunia dari Niccolo Tribolo sampai Giorgio Vasari. Terdapat air mancur paling terkenal disana. Yaitu patung perunggu berupa Neptunus yang sedang mencengkram trisulanya.

Oleh warga lokal air mancur ini disebut-sebut sebagai air mancur garpu dan dianggap sebagai titik pusat kebun. Sembarangan atuh ya warga lokal teh, susah-susah bikinnya malah dibilang garpu.

Siapa sih Vasari? Kok kayanya sering denger ya namanya! Vasari itu arsitek sekaligus pelukis terkenal Itali yang hidup di abad ke 16. Namanya banyak diabadikan jadi nama tempat, karena itu ngga asing di kuping kita.

Selain Boboli Gardens, Vasari juga banyak membangun arsitektur luar biasa di Florence. Ada juga Koridor Vasari yang dibangun sebagai lorong rahasia dari pojokan Boboli Gardens menyebrangi jembatan Ponte Vecchio sampai ke jantung istana Pitti Palace.

Koridor Vasari di Florence ini biasanya cuma bisa dikunjungi melalui tur Privat yang harganya biasanya lumayan.

Koridor ini dulunya berfungsi sebagai tempat perlindungan aman para penguasa. Nah kalau sekarang juga tetep jadi tempat perlindungan, tapi buat karya seni.

Setelah berjalan menyebrangi Boboli Gardens, kita bakal nemu Pitti Palace, istana keluarga dinasti Medici tinggal. Kalau biasanya istana dibangun di atas tanah tinggi sehingga siapa saja harus mendongak untuk melihatnya, lain halnya dengan Pitti Palace.

Pitti Palace ditempatkan di lembah rendah di dekat sungai Arno, sehingga siapapun yang ingin melihatnya dari Boboli Gardens harus menunduk kebawah bukit untuk dapat melihat istana itu. Efeknya malah jadi lebih dramatis loh ternyata.

Pitti Palace juga ternyata sempat dijadikan salah satu markas Napoleon di Florence ketika menguasai Italia. Kalau mau ke Kota Tua dari Pitti Palace, kita cuma tinggal jalan menyebrangi jembatan Ponte Vecchio, jembatan pejalan kaki yang konon terkenal buat bermesraan.

Florence juga terkenal dengan Palazzo Vecchio -nya yang menjadi simbol tertua Florence yang luar biasa gagah.

Tempat ini menjadi objek wisata sekaligus kantor pemerintah Florence sampai sekarang.

Palazzo Vecchio ini bentuknya mirip kaya pion catur raksasa. Gedung besar ini mirip benteng, diposisikan secara sempurna menjaga pojok tenggara Piazza della Signoria.

Nah ketika sampai di Piazza della Signoria ini, jangan lupa juga mampir ke satu café cukup terkenal buat sekedar nyeruput secangkir espresso (kopi pahit di cangkir mini khas Italia).

Namanya Café Rivoire. Saya sendiri kurang cocok lidahnya nyobain espresso, kurang maknyos, tapi layak buat dicoba biar bisa ngerasain jadi orang Italia barang semenit yah.

Diantara Pitti Palace dan Kota Tua-nya Florence ini, ada jembatan pejalan kaki Ponte Vecchio. Dulunya jembatan ini teh dijadikan sebagai pasar daging besar dan terbuka di Florence, tapi karena baunya yang aduhai akhirnya para penjual daging diusir.

Kejahatan paling terkenal di Florence juga pernah terjadi di jembatan ini loh, ketika seorang bangsawan menolak dijodohkan dan berakhir dengan di bunuh secara brutal oleh suruhan keluarganya. Aduh ngenes banget yah nasibnya.

Karena Florence ini diibaratkan oleh para seniman sebagai kotanya Danté, tentunya ga afdol donk kalau gak berkunjung ke Kapel Danté?

Kapel ini merupakan rumah suci yang dipersembahkan buat menghormati sang seniman, Danté, yang konon pernah diasingkan dari kota kecintaannya itu, kota Florence.

Kapel ini dipilih karena konon lagi nih katanya tempat ini jadi tempat Danté menikahi sang mantan istri dan juga tempatnya Danté ketemu pertama kali cinta pertama yang gak pernah didapat sang Seniman. Namanya Beatrice Portinari.

Hampir semua karya seni di kapel ini digantikan oleh lukisan-lukisan yang menampilkan Danté dan juga sang cinta pertamanya, Beatrice. Di kapel ini juga terdapat makam Beatrice yang disampingnya ditepatkan sebuah keranjang anyaman.

Keranjang anyaman itu berlimpah lipatan kertas yang merupakan surat tulisan tangan pengunjung yang ditujukkan kepada Beatrice. Nah kita juga kalau mau boleh kok nulis surat buat Beatrice dan di lempar ke keranjang anyaman itu.

Gak afdol rasanya kalau ke Eropa ngga ngunjungin Katedral khas abad kuno kan? Katedral di Florence dinamakan Il Duomo dengan kubah berwarna merah yang menjulang.

Tulisan ini merupakan ilmu jalan-jalan sekaligus karya seni kelas dunia yang saya baca dari buku Dan Brown berjudul Inferno. Gak percaya? Mangga dicek satu persatu kebenaran fakta lokasinya 😉

Keki Atau Suka? Tinggalkan Kesan Disini